Turunkan Angka Stanting, Pamekasan Gulirkan DAU

PAMEKASAN – Kepedulian Pemkab Pamekasan terhadap penurunan angka stanting ditunjukkan dengan digulirkannya Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Puskesmas yang membawahi Posyandu. Masing-masing Posyandu menerima anggaran sebesar Rp. 25.000. sebuah jumlah yang cukup lumayan. Total alokasi DAU untuk 890 Posyandu di Pamekasan mencapai jumlah Rp. 22.250.000 untuk Validasi data Stanting. Berdasarkan survey PSG (Penentuan Status Gizi) Tahun 2016, angka stanting Kabupaten Pamekasan mencapai 33,2%

Kabupaten Pamekasan sejak tahun 2015 sudah terpilih menjadi lokasi PKGBM-MCAI (Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat-Millenium Chalenge Account Indonesia), juga oleh Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) yang merupakan inisiatif Pemerintah Indonesia didukung oleh MCC (Millenium Chalenge Corporation) untuk menurunkan kondisi anak pendek (stanting) pada anak-anak usia kurang dari dua tahun.

Kepedulian Pemkab terhadap penurunan angka stanting (anak pendek) di Kabupaten Pamekasan merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat Pamekasan terutama kesehatan ibu hamil, bayi dan balita. Diharapkan dengan langkah awal program ini, nantinya alokasi anggaran akan ditambah sehingga dapat bermanfaat bagi warga Pamekasan. Validasi data stanting di setiap posyandu akan dilaksanakan serentak di Bulan Agustus 2017.

Syarat penambahan anggaran ini, tentunya harus dibuktikan dengan realisasi program yang kreatif dan inovatif sehingga akan tumbuh kesadaran untuk berperilaku sehat di masyarakat. Perilaku sehat ditunjukkan dengan tidak BAB sembarangan, pentingnya peningkatan gizi ibu hamil, bayi dan anak, pentingnya kesehatan reproduksi, bertambahnya akses jamban, menurunnya angka kematian ibu hamil dan melahirkan, serta angka kematian bayi, dan yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kesehatan lingkungan sekitar.

Bertepatan dengan FKP PKGBM Provinsi Jawa Timur melakukan Monev Tanggal 10 hingga 14 April 2017 di Kabupaten Pamekasan. Dikatakan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Pamekasan H. Ali Maksum, S.Sos. M.MKes saat ditemui FKP Jawa Timur Sylvia Andriani, S.KM, M.KL diruang kerjanya, bahwa terobosan ini adalah kebijakan pemerintah daerah terhadap kepedulian kesehatan masyarakat Pamekasan. Program ini dapat bersinergi dengan program PKGBM-MCAI.

“DAU ini terobosan kita (dinas kesehatan-red) untuk mensupport program gizi masyarakat dan kesehatan lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, beberapa Puskesmas yang dikunjungi FKP Jawa Timur mengaku puas dan senang dengan hadirnya program PKGBM-MCAI. Karena selain memberikan Health Education dan proses penyadaran terhadap perubahan perilaku sehat di masyarakat, PKGBM juga banyak memberikan solusi dari beberapa permasalahan di tengah masyarakat.

Hal ini dinyatakan oleh Puskesmas Sopa’ah dan Puskesmas Pademawu Kabupaten Pamekasan. Khususnya terkait penurunan balita stanting, PKGBM hadir memberikan proses penyadaran bagi para ibu dan ibu hamil terhadap pentingnya kesehatan dan gizi berbasis masyarakat. Selama ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi balita kurang begitu mendapat respon positif. Mereka menganggap kebiasan yang ada itu adalah gizi yang terbaik.

“Selain rendahnya kesadaran pentingnya makanan bergizi bagi balita maupun ibu hamil, faktor lainnya adalah karena faktor ekonomi dan pendidikan. Namun, hal itu tidak terjadi jika mereka punya pengetahuan tentang makanan lokal yang bergizi di sekitar lingkungan tinggal mereka,” ujar programmer Gizi puskesmas Sopa’ah.

Tindak lanjut pelatihan Orientasi TTD yang diadakan PKGBM-MCAI, nakes dan kader lebih pro aktif melakukan sosialisasi dan pemberian TTD (Tablet Tambah Darah) bagi remaja putri setingkat SMP dan SMA.

Selain PKGBM-MCAI, petugas puskesmas juga merasa terbantu dengan bergulirnya DAU untuk mensupport program kesehatan dan gizi tersebut. Bentuk tindaklanjut dari  PKGBM-MCAI tersebut adalah tumbuhnya partisipasi stakeholder dalam memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. (Sylvia Andriani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *